Saturday, September 23, 2006

Marhaban, Ya Ramadhan

Besok puasa. U/ puasa tahun ini semoga akan banyak kebaikan yg bisa diambil.

Kemarau yg panjang ini banyak merepotkan semua orang. Pak tani penggarap sawah depan rumah bahkan hrs banting stir mengubah sawahnya jd ladang karena sulitnya air didapat. Belum lg penyakit yg selalu mengancam kita jika kita tidak siap dg stamina yg fit.

Diet. Bb/tb badanku kini jauh dr seimbang. Memang sih banyak yg bilang bullshit, tapi aku tetep masih berharap banyak puasa kali ini bisa bikin aku ganteng lagi, gak dibilangin kayak oom-oom yg pedo.

Above all, tetep yg plg utama, kualitas ibadah yg selama ini linear menurun, semoga dapat aku ubah menjadi berbalik arah.

Marhaban, ya Ramadhan! Kami beruntung diberi kesempatan u/ bertemu dg mu tahun ini.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Monday, September 18, 2006

Hi

Test

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Tuesday, June 20, 2006

Being Relawan: Home

18:49 WIB

Aku pulang. Sendiri. Ini lagi di Simpang Lima, melepas dahaga. Gempol-Simpang Lima 15:49-18:33. It means ga ada 3 jam, cuma 2 jam 44 menit. Lain benar dg waktu berangkat kemaren yg hampir 5 jam.

Adooo... Lémésh & péning aku!

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Being Relawan: Somewhere Beyond The Hill

Karena gak ada kerjaan --masak kelar, bisi-bisi, nyiapin meal buat warga, makan--, aku motor2an sama Arif. Nyebrang kali Dèngklèng, lurus terus sampai ke bukit.

Sepanjang jalan di kanan-kiri yg ada hanya ladang pohon tebu. Arif bilang, tebu-tebu itu buat pabrik gula di Sragi.

Sampai di kaki bukit, kentara sekali beda tingkat ekonomi penduduk & kesuburan tanah sini sama Gempol. Jalan bercabang. Kita milih yg naik ke bukit. Jalan setapak ini lumayan bagus aspalnya. Yang tumbuh di sini hanya pohon2an yg mampu bertahan di daerah kering --perbukitan batu.

Kita naik terus sampai di tanjakan paling curam. Di situ ada mobil dinas plat merah yg mogok. Ke4 rodanya diganjal batu. Seorang bapak2 dg seragam PNS berdiri di dekatnya & kelihatan sekali putus asa. Kita nyapa bapak itu u/ basa-basi & berusaha gak kelihatan ngejek. Ternyata di tanjakan itu pula kami terhenti & milih balik arah.

Agak ke bawah, kita minggir ke sebuah batu besar & batu2 agak kecil di sekitarnya. Bukit ini tandus. Di balik bukit ini sudah wilayah Gunung Kidul. Lanskap di bawah adalah hamparan ladang tebu, beda sekali dg yg kita biasa dapati di rumah.

5 mnt aku ngajak balik. Masa nikmati keindahan kayak gini sama cowok. Males, ah!

Sampai bawah kita cari es, barang langka di sini, buat ngademin teh di posko.

Being Relawan

00:16 WIB

Hari ini sampai juga ke Wedhi. Naik motor, bo, bayangkan! Perjalanan, yaa, 4 jamlah. Ditambah toleransi nyasar 30 menit.

Posko kosong mlompong. Relawan dari Blora 29 orang pulang jam 3 sore tadi. Tinggal 1 orang relawan dari Semarang buat jagain tenda. Aziz namanya. (tentang dia, nanti ada ceritanya sendiri).

Di sini tidak mudah. Tanggapan awal dari warga yg terkesan apatis jelas sudah bikin kita turun gairah. Untungnya, sehari berikutnya tanggapan sudah berubah jadi antusias, bahkan sekarang bisa dibilang mereka banyak bergantung ke kita. Dapur umum yg kita buka laris manis kayak jajanan pasar. Tiap pagi ibu2 warga & remaja putri bahkan jadi relawan tenaga masak utama di posko. Ada juga warga yg sampai bikin proposal permohonan bantuan+data kk lengkap. Ada lagi yg sesampainya nulis permohonan pakai tulisan tangan dg tanda tangan+cap RT/RW. Kita sampai kuwalahan.

Masalah mulai muncul menginjak hari ke-3 ketika relawan shift pertama sebagian harus pulang u/ kembali njalani hidup masing2. Kemudian stok logistik, yg meskipun selalu berdatangan dari sana-sini, mulai menipis. Di posko Semarang, para pengambil keputusan terus memutar otak buat cari baik calon relawan, dana segar, bahan mentah, maupun pihak2 yg bisa diajak buat partnership. Bantuan memang kemudian berdatangan, yg spontan maupun yg diminta. Itu cukup mengurangi masalah, namun belum semuanya.

Perkembangan terakhir, sebelum kita berangkat tadi, kita berhasil meyakinkan Depdagri buat bikin posko bersama.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com